Friday, July 13, 2007

First Trip to Singapura

Keberangkatanku ke Negeri yang terkenal dengan Kepala Singa nya memang terhitung mendadak. Dengan pesawat dengan no. penerbangan GA 824 aku berangkat ke negeri Marlion tersebut.

Tiba di sana waktu dijamku menunjukkan pukul 16.30 sedangkan jam bandara menunjukkan pukul 17.30 yang berarti di Indonesia memiliki perbedaan 1 jam lebih lambat dari waktu Singapura. Tujuan pertamaku setibanya di sana adalah Orchard Road. Terlihatlah Pertokoan besar dengan nama Takashimaya. Sepanjang jalan Orchard road banyak orang yang lalu lalang dan terderngar suara yang tak asing dengan telingaku, 'bahasa Indonesia'. Yang lebih menarik lagi pemandangan disana (Orchard Road) ada kelompok pengamen jalanan sambil menghibur pejalan kaki mereka juga menawarkan album musik yang mereka mainkan dalam bentuk CD. Puas di Orchard Road kita melanjutkan perjalanan ke Boat Quay.

Di Boat Quay kita makan malam sambil menikmati keindahan sungai Singapura. Karena di pinggiran sungai tersebut banyak warung makanan yang menawarkan berbagai macam khas makanan dan jenis makanan yang sebagian besar menawarkan jenis makanan laut (seafood). Disini aku terkagum pada komunitas Tuna Wicara yang menjajakan kerajinan tangan berbentuk boneka, gantungan kunci, dll. Puas aku di Boat Quay aku kembali ke hotel Golden Landmark tempat ku menginap. Sebelum ke hotel aku melihat pemandangan yang tak biasa ku jumpai di Negeri sendiri, Taksi Mercy. Kendaraan ini tak asing lagi kita jumpai di negeri Jiran tersebut.

Selain itu ada juga pertokoan yang operasionalnya 24 jam namanya pertokoan “MUSTAFA” yang menjual berbagai jenis dagangan, seperti mainan, makanan, pakaian, alat rumah tangga, elektronik, dsb.

Di Negeri yang luasnya hampir sama dengan kota Jakarta itu, juga banyak kita jumpai orangtua usia 50an yang sedang menyapu di jalanan, mencuci piring kotor di cafe dan rumah makan dan pusat perbelanjaan yang tidak kita jumpai di negeri kita. Ternyata kebijakan pemerintah Singapura adalah harus mempekerjakan mereka. Terutama jika ada apply (permintaan/pengajuan) dari mereka pemerintah wajib mengabulkan dan mempekerjakan mereka.

Selain kebijakan tersebut, ada juga kebijakan yang mengharuskan sebuah kendaraan hanya boleh dipakai tidak lebih dari 5 tahun. Setelah 5 tahun kendaraan tersebut harus diremajakan. Dampak dari kebijakan tersebut, kecil sekali tingkat polusi udaranya, yang memungkinkan orang-orang disana membuka warung makanan disepanjang trotoar jalan sekalipun itu di pinggir jalan raya.

Selama 3 hari 2 malam di Singapura rasanya aku masih kurang puas tinggal disana. Aku berharap di lain kesempatan aku bisa berkunjung ke Negeri Marlion tersebut. (as/2007)

1 comment:

Unknown said...

asikk dah pak .. mimpi bgt nih aku bisa ke luar negeri ~~ ^_^